• Selama tiga kali pasaran terakhir, harga penjualan sapi di Pasar Hewan Sunggingan, Boyolali mengalami penurunan Rp 500.000 – Rp1 juta tiap ekor.
  • Revitalisasi Umbul Tirtomulyo di Dusun Umbul, Kemasan, Sawit, Boyolali, tahap pertama sudah berjalan 60%.
  • Sebanyak 10 orang siswa dari OSIS SMK Ganesha Tama dan SMK Muhammadiyah 4 mengadakan kerja bakti membersihkan coretan di dinding bagian depan Taman Sono Kridanggo dan BPD Boyolali.
  • Menghadapi musim penghujan yang intensitasnya mulai tinggi, BPBD Boyolali melakukan pemetaan daerah rawan bencana alam.
Tampilkan postingan dengan label boyolali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label boyolali. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Desember 2012

Musim Liburan, Waspada Jalur Rawan Kecelakaan

Arus lalu lintas di Tugu Jam pasar Kota Boyolali.
Arus lalu lintas liburan Natal dan Tahun Baru di wilayah Boyolali mulai padat sejak beberapa hari lalu. Puncak arus untuk liburan terjadi sejak tanggal 22 Desember hingga 25 Desember mendatang. Sedangkan arus balik diperkirakan akan terjadi pada 30 Desember mendatang. Para pengguna jalan yang melintas di wilayah Boyolali dihimbau untuk berhati-hati dengan kondisi jalur.
Kasat Lantas Polres Boyolali, AKP Sugino, mengatakan mobil-mobil plat luar kota sudah mulai memasuki wilayah Boyolali. Kepadatan arus lalu lintas biasanya terjadi pada sore hari. Pihaknya sudah menempatkan petugas dibeberapa lokasi yang rawan Lakalantas (Kecelakaan Lalu Lintas).
Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada pengguna jalan untuk mewaspadai beberapa jalur rawan kecelakaan mulai dari Ampel hingga Banyudono. Mengingat kondisi jalan yang penuh dengan tanjakan, turunan dan belokan tajam. Ditambah lagi dengan cuaca hujan yang terus menguyur wilayah Boyolali, sehingga mengakibatkan jalan menjadi licin.
“Hati-hati melintas di wilayah Boyolali apalagi bila hujan,banyak tanjakan dan turunan,” tandas Kasat Lantas, AKP Sugino.

Sumber: timlo.net


Selanjutnya...

Minggu, 09 Desember 2012

Mentho Kacang Tholo, Gurih dan Renyah, Obat Ngantuk

Mbah Sayem (70), seorang pedagang mentho di Pasar Kota.
Pernah mencoba makanan khas Boyolali? Selain paru sapi, usus ayam,dendeng, marning jagung, makanan mentho ternyata juga tidak kalah terkenalnya. Bahkan makanan ini sudah masuk di hati masyarakat Boyolali.
Meski banyak dijual di toko-toko, snack, ini juga banyak ditemukan di pasar-pasar tradisional. Salah satunya Pasar Boyolali Kota. Namun, hanya beberapa yang menjualnya. Salah satunya Mbah Sayem (70) warga Pulisen,Boyolali Kota.
Pada usianya yang telah usur itu, Mbah Sayem tetap semangat membuat dan menjual mentho. Mbah Sayem mengaku sudah sejak berusia 15 tahun berjualan mentho. Dari seharga Rp 5 hingga Rp 500.

“Ini kan turun temurun, tidak pernah ganti jualan, karena sudah banyak langganan, untungnya memang tidak banyak,tapi saya senang jualan mentho,” ungkapnya.
Mentho yang dijual sengaja dibuat sendiri. Ada dua jenis mentho yang dijualnya, mentho kacang tholo dan kacang tanah. Bahan membuat makanan ini menurut Mbah Sayem terdiri dari tepung beras, santan, dan rempah-rempah yang dicampur jadi satu.
“Yang paling banyak dicari mentho kacang tholo, orang Jakarta kalau pas liburan atau lebaran pasti nyari saya, semua diborong,” cerita Mbah Sayem sambil tersenyum bangga.
Nah, Anda ingin mencoba mentho kacang tholo atau kacang tanah bikinan Mbah Sayem, silakan datang ke pintu masuk Pasar Boyolali Kota sisi timur, wajah tuanya akan menyambut dengan senyum ramah, serenyah mentho buatannya.

Sumber: timlo.net


Selanjutnya...

Selasa, 04 Desember 2012

Cegah Bentrok, Siswa SMK Ganesha Tama dan SMK Muhammadiyah 4 Boyolali Kerja Bakti Bersama

Siswa SMK Ganesha Tama dan SMK Muhammadiyah 4
membersihkan gapura Taman Sono Kridanggo.
Sebanyak 10 orang siswa dari Organisasi Intra Sekolah (OSIS) SMK Ganesha Tama dan SMK Muhammadiyah 4 Boyolali mengadakan kerja bakti membersihkan coretan di dinding bagian depan Stadion Sono Kridanggo Boyolali dan Badan Kepegawaian Daerah (BPD) Boyolali, Selasa (4/12).
Wakil Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 4, Dwi Astanto, ketika ditemui Solopos.com, Selasa (4/12/2012), menjelaskan kerja sama dua sekolah ini bertujuan untuk mencegah gesekan antarsiswa. “Kegiatan ini diinisiasi dari Dinas Pendidikan Boyolali. Kami menindaklanjuti melalui aksi kerja bakti ini. Harapannya sudah tidak ada lagi gesekan antarsiswa. Mungkin kejadian tempo hari hanya ulah oknum pihak ketiga yang memrovokasi siswa, karena tidak senang melihat sekolah maju,” terangnya.
Peserta kerja bakti, Yuli Astriani, 16, mengaku tertarik ikut kerja bakti karena sudah jengah dengan bentrok antarsiswa yang melibatkan senior-seniornya. “Kalau saya tidak pernah ikut tawuran. Tidak tahu masalahnya apa. Mungkin senior. Tapi kami juga merasakan imbasnya. Saya ikut berpartisipasi dalam kerja bakti ini agar SMK Ganesha Tama dan SMK Muhammadiyah 4 Boyolali bisa bersatu,” tegas siswi Kelas XI SMK Ganesha Tama Boyolali ini.
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMK Ganesha Tama, Sukandar, memaparkan kerja bakti ini merupakan bukti untuk menepis kesan hubungan SMK Ganesha Tama dan SMK Muhammadiyah 4 Boyolali yang acap kali diberitakan tidak akur. “Melalui kegiatan ini saya yakin, anak-anak bisa memberi contoh bagi teman-temannya yang lain untuk menjaga hubungan baik antarsekolah. Selama ini kesan yang muncul di masyarakat SMK Muhammadiyah 4 dan SMK Ganesha Tama tidak pernah akur. Ini buktinya mereka bisa kerja sama. Ke depan kami juga berencana melakukan kunjungan industri bersama,” tandasnya.

Sumber: solopos.com


Selanjutnya...

Senin, 10 September 2012

Terkendala Dana, CFD di Boyolali Diadakan Tak Tiap Pekan

Car Free Day di seputaran Pasar Boyolali Kota.
Terkendala dana, Car Free Day (CFD) hanya dilaksanakan pada pekan pertama dan ketiga dalam satu bulan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo), Sigit Harimulyo, saat ditemui solopos.com, Senin (10/9/2012), di kantornya.
“Rencana CFD digunakan untuk memamerkan produk yang dihasilkan masyarakat Boyolali. Tapi selama ini belum ada anggaran untuk pelaksanaan CFD, jadi CFD sejauh ini masih uji coba. Selain itu, SKPD yang rencananya sebagai pengisi acara dalam acara tersebut juga masih kurang persiapannya. Jadi CFD belum bisa rutin pelaksanaannya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sigit menuturkan tidak menentukan acara apa yang harus disajikan setiap SKPD. SKPD diharapkan menunjukkan potensi dari warga binaan atau potensi daerah masing-masing.
Terkait sosialisasi pelaksanaan CFD, Sigit mengaku masih lemah. Pihaknya belum bisa menjangkau semua lapisan masyarakat.
“Selama ini sosialisasi, kami lakukan melalui radio milik pemerintah daerah dan juga instansi, seperti kecamatan dan dinas untuk bisa menyampaikan kepada warga. Kami belum bisa melakukan sosialisasi melalui spanduk karena masalah dana,” tuturnya.
Sigit juga mengungkapkan apabila dana sudah tersedia dan perbaikan jalan lingkar utara sudah selesai, area CFD akan diperpanjang dari Terminal Sunggingan sampai batas kota.
“Pembangunan jalan lingkar utara yang belum selesai, membuat kami waswas karena sewaktu-waktu jika ada kemacetan di jalan lingkar, bus dan truk dialihkan ke jalan kota. Hal tersebut pastinya akan mengganggu pelaksanaan CFD,” akunya.
Lebih lanjut Sigit mengatakan rencana ke depan, CFD dilaksanakan setiap pekan. Hal tersebut bisa dilaksanakan ketika dana, sarana, prasarana dan SKPD sudah siap. Sementara itu, terkait kendaraan yang masih melewati jalur CFD. Sigit menuturkan pihaknya sulit mengatur.
“Setiap minggu pagi, Masjid Al Anwar yang terletak di Jl Pandanaran 70 ada pengajian. Selesai pengajian, mereka melewati area CFD. Kami sulit mengontrol karena keterbatasan SDM,” ungkapnya.

Sumber: solopos.com


Selanjutnya...

Jumat, 10 Agustus 2012

Pemkab Boyolali Izinkan Kendaraan Dinas Untuk Mudik

Mobil Dinas Pemkab Boyolali.
Pemkab Boyolali akhirnya mengizinkan kendaraan dinas untuk mudik Lebaran. Kebijakan ini diambil lantaran mempertimbangkan segi keamanan dan kapasitas kantor Pemkab yang tidak muat untuk menampung seluruh kendaaran dinas.
Wakil Bupati Boyolali, Agus Purmanto mengatakan, kendaraan dinas Pemkab Boyolali melekat pada setiap jabatan yang diemban oleh para PNS ini. Oleh karena itu, penjagaan serta perawatannya menjadi tanggung jawab pemegangnya.
“Ruang di kantor Pemkab tidak muat untuk menampung seluruh kendaraan dinas. Selain itu, dari keamanannya juga riskan sekali,” ujarnya saat ditemui wartawan di Mapolres Boyolali, Jumat (10/8).
Agus menjelaskan, pihaknya memperbolehkan PNS untuk membawa kendaraan dinasnya. Akan tetapi, mereka dilarang untuk menggunakan fasilitas pemerintah lain seperti biaya perjalanan dinas dan biaya bahan bakar. Mereka harus menggunakan uang sendiri untuk memenuhi kebutuhan ini.
Menurutnya, hal ini disesuaikan dengan aturan yang berlaku yakni, larangan pemakaian premium untuk kendaraan dinas. Kendaraan berplat merah harus menggunakan pertamax sebagai bahan bakarnya. “Jika mudik memakai mobil dinas harus diisi dengan pertamax. PNS yang mempunyai mobil sendiri pastinya memilih untuk memakai kendaraan pribadi,” imbuhnya.
Di samping itu, penggunaan mobdin ini di luar jam dinas. Sehingga, tanggung jawab kendaraan diserahkan kepada penggunanya. Begitu halnya jika ada kerusakan yang terjadi. Wabup menambahkan, PNS Boyolali bakal libur pada 19-22 Agustus. Mereka akan kembali bekerja pada 23 Agustus. Ia berharap, seluruh PNS mematuhi ketentuan ini dan bisa kembali kerja tepat waktu.

Sumber: solopos.com


Selanjutnya...

Kamis, 09 Agustus 2012

Perbaikan Jalur Lingkar Utara Boyolali Tersendat

Pengecoran di jalur lingkar utara tersendat.
Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan tersendatnya laju mereka saat melintas di jalur lingkar utara akibat proyek pengecoran jalan yang sedang berlangsung. Butuh waktu 10-15 menit untuk menunggu pengecoran.
Salah satu sopir truk sembako, Rudi, kegiatan tersebut menghambat laju truknya. Meski diakui sangat bersyukur jalan lingkar utara diperbaiki, namun pihaknya berharap pengecoran tersebut jangan sampai menganggu pengguna jalan.
“Truk dan kendaraan besar kan hanya bisa lewat sini, jalan lingkar utara ini kan satu-satunya jalan bagi transportasi besar, mau tidak mau yang harus menunggu,” ungkap Rudi ditemui saat menunggu antrian, Kamis (9/8).
Hal senada juga diungkapkan salah satu pengendara sepeda motor, Sari, yang terpaksa harus melintas di jalan yang sedang dicor. Niatnya ingin mempersingkat waktu karena antrian panjang dengan lewat yang dicor. Bukanya singkat, namun justru kebingungan sendiri mau turun.
“Tadi pengennya biar cepat lewat di atas, tapi malah sulit turun karena terlalu tinggi, kapok saya lewat sini,” ungkap Sari tertawa.
Kabid Bina Marga Boyolali, M Qodri mengatakan, proyek rehab jalan lingkar utara tetap dilaksanakan. Bahkan pada H-10 menjelang lebaran, juga tidak dihentikan. Hal itu untuk mengejar target penyelesaian proyek pada November mendatang. Pihaknya juga meminta para sopir agar berhati- hati saat melintas di jalur tersebut. Pasalnya, jalur yang bisa dilalui hanya separo badan jalan.
“Biar semakin lancar, pihak proyek sudah menerapkan buka tutup jalan,” ungkap Qodri. 

Sumber: timlo.net


Selanjutnya...

Minggu, 05 Agustus 2012

Satlantas Siapkan Jalur Alternatif Untuk Pemudik

Rambu penunjuk arah disiapkan Satlantas Polres Boyolali
untuk memudahkan para pemudik.
Satlantas Polres Boyolali menyiapkan sejumlah titik jalur alternatif jelang arus mudik Lebaran 2012 ini. Beberapa titik itu antara lain, arah Sruwen (Salatiga) ke Karanggede, Kebon Jeruk (Ampel), Surowedanan (Boyolali Kota) dan Bangak (Banyudono).
Kasatlantas Polres Boyolali AKP Sugino mengatakan, pada beberapa jalur alternatif ini bakal diberi rambu-rambu penunjuk arah. Hal ini dilakukan agar para pemudik tidak tersesat. “Sebanyak 40 rambu penunjuk arah kami siapkan. Selain itu, ada barikade sepanjang 400 meter. Barikade tersebut terbuat ada yang dari pipa besi serta bambu,” ujarnya.
Ia menambahkan, barikade dipasang mulai dari perbatasan Ampel dan Sruwen hingga Kebon Jeruk (Ampel). Ia berharap, kendaraan yang melintas dari arah berlawanan semakin tertib. Pihaknya juga menyiapkan tujuh rambu penutupan dan pengalihan arus. Rambu ini akan dipasang di beberapa titik. Yakni, di Bangak (Banyudono), Surowedanan (Boyolali Kota), Kebon Jeruk (Ampel), Tlatar dan perempatan terminal (Boyolali Kota). “Rambu-rambu ini sudah ada yang kita pasang. Kita juga akan bekerja sama dengan Polres Semarang. Hal ini untuk penanganan jika sampai terjadi kemacetan arus lalulintas,” imbuhnya.
Pasalnya, dari pengalaman Lebaran sebelumnya, saat arus balik terjadi kemacetan hingga ke wilayah Boyolali Kota.Di samping itu, Satlantas juga akan mendirikan Pospam gabungan di perbatasan Boyolali dan Kabupaten Semarang, yakni di Sruwen. Selain itu, ada Pospam terpadu sebanyak lima buah. Antara lain, di Ampel, depan terminal bus Boyolali, depan Pasar Boyolali Kota, pertigaan Bangak (Banyudono) dan Karanggede. Menurutnya, pospam di terminal juga difungsikan sebagai pos pelayanan. Pos ini dilengkapi dengan MCK, tempat istirahat dan mobil derek.

Sumber: solopos.com

Selanjutnya...

Jumat, 03 Agustus 2012

Rawan Kecelakaan Lalu-lintas, 6 Bottle Neck di Boyolali Wajib Diwaspadai

Di setiap penyempitan jalur diberi tanda peringatan.
 Para pemudik yang melintas di wilayah Boyolali dihimbau untuk berhati-hati dengan kondisi jalan. Terutama pada jalur yang mengalami penyempitan atau bottle neck. Untuk tahun ini, jumlah bottle neck di Boyolali mengalami peningkatan akibat pelebaran jalan. Jumlah bottle neck yang terdata satlantas Polres Boyolali terdapat enam buah.
Bottle neck ini ditemui dari Terminal Boyolali hingga Ampel, atau di setiap jembatan yang ada. Penyempitan jalan ini akibat proyek pelebaran jalan yang saat ini sedang berlangsung. Sebelumnya, Boyolali hanya memiliki satu bottle neck yaitu di pertigaan Ngangkruk Banyudono. Hanya saja, pelebaran jalan di lokasi tersebut kondisi jalan sudah lebih lebar.
Bottle neck ini akan sangat berbahaya bila tidak diketahui pengguna jalan, apalagi bagi pengguna jalan yang baru pertama kali melintas di wilayah kami,makanya kita meminta pihak proyek untuk memasang tanda atau rambu di lokasi bottle neck,” ungkap Kasat Lantas AKP Sugino, Jumat (3/8).
Selain itu, kondisi jalan dari perbatasan Sruwen-Ampel hingga Penggung Boyolali Kota, lebih banyak tanjakan, turunan dan tikungan, sehingga rawan laka. Wilayah Boyolali merupakan titik lelah bagi pemudik. Pihaknya menyarankan bagi pemudik yang kelelahan untuk berhenti dan beristirahat di pos-pos yang telah disiapkan.

Sumber: timlo.net


Selanjutnya...

Selasa, 31 Juli 2012

Musim Kering, Persediaan Pakan Hijau Ternak Minim

Seorang warga mencari rumput.
Musim kemarau yang masih berlangsung membuat setok pakan hijau-hijauan untuk ternak minim. Akibatnya, terutama para peternak sapi yang mengalami kesulitan memberi makan ternaknya.
Salah satu peternak asal Desa Winong, Boyolali Kota, Widodo mengatakan, musim kemarau ini membuat setok pakan hijau-hijaun untuk sapi-sapinya berkurang drastis. Padahal setiap hari ia membutuhkan 25 ikat rumput. “Biasanya harga sekitar Rp1.000/ikat. Akan tetapi, musim kering seperti ini naik menjadi sekitar Rp2.000/ ikat,” katanya.
Para peternak yang memiliki banyak ternak umumnya punya lahan dengan rumput. Namun, lahan itu banyak mengering sehingga rumput yang biasa digunakan untuk pakan terbatas. Pasalnya, lahan hijau tidak mendapatkan pasokan air hujan selama musim kemarau ini.
Mereka pun harus membeli pakan untuk memenuhi kebutuhan ternaknya. Meskipun harga pakan hijau ini menjadi naik hingga dua kali lipat. Widodo pun mencampur hijau-hijauan dengan bekatul dan ubi-ubian seperti singkong. Bebannya sedikit berkurang karena sapi peliharaannya merupakan dagangan yang dijual. Kekurangan bisa ditutup dengan hasil penjualan sapi.
Peternak lain asal Cepogo, Haryanto mempunyai cara lain untuk menyiasati berkurangnya setok pakan hijau-hijauan ini. Peternak yang memiliki delapan ekor sapi ini mengantisipasi kelangkaan pakan hijauan dengan membuat silase. Yakni, pakan hijau-hijauan yang difermentasikan dengan tetes tebu dan bekatul. “Hijauan ini saya cari hingga ke sejumlah wilayah. Pakan saya setok jauh-jauh hari sehingga saat kemarau seperti ini tidak kekurangan pakan,” katanya.

Ia membuat pakan jelang musim kemarau. Pakan silase ini bisa untuk memenuhi kebutuhan selama sebulan lebih. Selain itu, peternak bisa menghemat uang untuk biaya lainnya.

Sumber: solopos.com


Selanjutnya...

Selasa, 24 Juli 2012

Setiap Menjelang Buka Puasa Jalan Merbabu Dipenuhi Pedagang Musiman, Lalu-lintas Macet

Satpol PP berjaga di ruas Jalan Merbabu.
Menjelang buka puasa, ruas Jalan Merbabu, Boyolali dipenuhi pedagang makanan dan minuman. Kondisi ini mengakibatkan arus lalulintas disepanjang jalan tersebut menjadi tersendat. Pasalnya, pedagang, pengunjung, parkiran dan pengguna jalan berbaur menjadi satu.


Selain mengakibatkan kemacetan arus lalu-lintas, kondisi ini juga mengakibatkan keruwetan di Jalan Merbabu. Apalagi, aktivitas pedagang makanan dadakan ini dilakukan pada jam-jam sibuk, antara pukul 15.00-18.00 WIB.


Sementara itu untuk melancarkan arus lalu-lintas, petugas Satpol PP Pemkab Boyolali melakukan penjagaan di ruas jalan tersebut. Kepala Satpol PP Boyolali Hindarto Setyo Utomo mengakui, langkah tersebut sebagai antisipasi agar Jalan Merbabu tetap lancar. Selain itu, juga untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang ingin ngabuburit di lokasi.
“Kita akan lakukan pemantauan, terutama soal parkir, dalam beberapa hari ini akan kita awasi, kalau misal masih ruwet, ya nanti akan kita carikan tempat parkir,” tandas Hindarto Setyo Utomo, Senin (23/7).
Jalan Merbabu selama ini setiap Puasa menjadi tempat favorit bagi masyarakat untuk menjual makanan dan minuman untuk buka puasa. Konsumennya berasal dari masyarakat Boyolali sendiri. Berbagai olahan makanan, snack hingga es buah dijual di tempat tersebut.

Sumber: timlo.net


Selanjutnya...

Rabu, 18 Juli 2012

Inilah Obyek Wisata Pilihan untuk Padusan

Salah satu kolam renang di Umbul Tlatar.
Dua obyek wisata yang disiapkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Boyolali untuk padusan, andalah Obyek Wisata Tlatar di Boyolali Kota dan Obyek wisata Umbul Tirtomarto atau Umbul Pengging, Banyudono. Ritual padusan di dua obyek wisata tersebut akan digelar selama dua hari, 18-19 Juli.

Untuk obyek wisata Tlatar, pengelolaan tradisi padusan diserahkan ke pihak Desa Kebonbimo, Boyolali Kota. Di obyek ini terdapat tiga umbul yang bisa digunakan, umbul besar, kolam renang international dan umbul Pengilon. Selain kolam renang milik pemancingan Atasia. Untuk Tlatar, Disbudpar menargetkan 12 ribu pengunjung.
Sementara untuk Tirtomarto yang lebih dikenal dengan Umbul Pengging, Disbudpar menargetkan 10 ribu pengunjung. Untuk pengelolaan di Umbul Pengging diserahkan ke pihak ketiga. Di umbul Pengging ini terdapat tiga umbul dan satu kolam anak-anak. Tiga umbul tersebut, umbul Ngabean, Umbul Nganten dan Umbul Dudo serta kolam renang anak-anak.
Menurut pihak pengelola umbul Pengging, Subagio Win-win, pihaknya menargetkan pendapatan sebesar Rp 48 juta selama dua hari. Sedangkan harga tiket masuk sebesar Rp 9000. Diakui harga tiket masuk lebih mahal dibandingkan sebelumnya. Pasalnya, untuk event padusan kali ini sebagai daya tarik pengunjung, pihaknya menghadirkan penyanyi setara dengan artis-artis ibukota.
“Memang tiketnya lebih mahal, karena kita juga ingin pengunjung puas, tapi kita optimis target akan terpenuhi ” ungkap Subagio, ditemui di Umbul Pengging, Selasa (17/7).
Selain itu, sebelum pelaksanaan padusan dimulai, pihaknya juga akan melakukan acara siraman, secara simbolis sebagai tanda dibukanya padusan.

Sumber: timlo.net


Selanjutnya...

Sabtu, 14 Juli 2012

Ruwah, Petani Mawar Meraup Berkah

Pemetik bunga mawar.

Bulan Ruwah menjadi berkah bagi para petani Bunga Mawar. Tak lain karena permintaan Bunga Mawar meningkat seiring dengan Ritual Sadranan yang dilakukan warga.
Tingginya permintaan membuat harga bunga yang kerap dipakai ubo rampe ritual tradisi masyarakat Jawa itu melambung tinggi. Semula harga bunga tersebut hanya Rp 1.000 perbungkus. Namun, karena tingginya permintaan harga satu bungkus Bunga Mawar saat ini mencapai Rp 20 ribu.
Di antara jenis Mawar, Mawar Jambon (merah muda –Red) yang paling mahal dan langka. Paling banyak ditemui di pasar-pasar tradisional adalah mawar merah dan putih.
“Mawar Jambon sulit dan mahal, kita tidak berani kulakan,” ungkap Parni, pedagang bunga di Pasar Boyolali Kota, Kamis (12/7).
Meski mahal, lanjut Parni, ada juga pembeli yang khusus mencari Mawar Jambon. Bila itu mendesak dan sangat diperlukan, baru dirinya berani mencarikan.
Sementara itu, bagi kalangan petani di wilayah Boyolali sendiri, permintaan Bunga Mawar selama Sadranan ini juga mengalami peningkatan. Bahkan, Bunga Mawar yang belum dipetik sudah dipesan pengepul untuk dijual ke Solo maupun Yogyakarta.

Sumber: timlo.net


Selanjutnya...

Sabtu, 30 Juni 2012

Liburan, Warung Apung Tlatar Mbludak

Ekowisata Tlatar, Boyolali. (Sumber)
Memasuki liburan sekolah, Obyek Wisata Tlatar Boyolali mulai ramai dikunjungi. Pemilik pemancingan di Tlatar mengaku pengunjung mengalami peningkatan hingga 30% dari hari biasa. Peningkatan pengunjung ini membawa berkah bagi mereka.
Diakui salah satu petugas warung apung di Tlatar, Bowo, pengunjung mengalami peningkatan memasuki libur sekolah. Bahkan dimungkinkan akan terus mengalami peningkatan hingga akhir liburan sekolah. Pengunjung yang datang, diakui kebanyakan berasal dari luar kota. Untuk wilayah Boyolali, jumlahnya tidak begitu banyak.
“Kalau pengunjung dari Boyolali malah sedikit, mungkin karena sudah biasa kesini, justru dari luar kota yang banyak,” ungkap Bowo, ditemui di warung apung Eko Wisata Air Tlatar, Jumat (29/6)
Sebagai daya tarik bagi pengunjung, pengelola pemancingan menyediakan menu andalan. Tidak hanya menu ikan bakar yang ditawarkan, namun juga berbagai fasilitas lain. Seperti kolam renang dan pakecehan. “Kebanyakan pengunjung disini selain menikmati ikan bakar juga ingin menyatu dengan alam,kebetulan sumber air disini masih alami, jadi itu kita jadikan sebagai daya tarik,” tandas Mularso, pemilik pemancingan Tirto Wening.
Sementara untuk memenuhi kebutuhan ikan dan mengantisipasi lonjakan permintaan, pihak pengelola jauh-jauh hari sudah melakukan stock. Disebutkan, stock ikan didatangkan dari wilayah terdekat dan bahkan juga diambilkan dari luar kota, seperti Janti, Klaten. 


Sumber: timlo.net


Selanjutnya...

Rabu, 20 Juni 2012

PRAMUKA: Boyolali Berangkatkan 40 Peserta Jambore


Pemkab Boyolali memberangkatkan sebanyak 40 peserta jambore yang bakal mengikuti jambore daerah tingkat Provinsi Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Delingan, Kabupaten Karanganyar pada 21-26 Juni 2012.
Delegasi Boyolali yang berasal dari gerakan Pramuka Kwarcab Boyolali ini dilepas oleh Bupati Boyolali, Seno Samodro di Pendapa Pemkab pada Rabu (20/6/2012). Mereka akan mengikuti jambore selama lima hari di bumi Intan Pari.
Ketua Kwarcab Pramuka Boyolali, Mulyono Santoso mengatakan, para peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari SMP se-Kabupaten Boyolali. Jumlahnya yakni 20 peserta putra dan 20 peserta putri.
“Mereka adalah para siswa SMP yang berhasil mengikuti seleksi se-Boyolali. Mereka siswa SMP kelas VIII,” tuturnya saat ditemui wartawan di sela pelepasan kontingen, Rabu (20/6).
Mulyono menjelaskan, kontingen Boyolali akan menampilkan sejumlah seni dan budaya asli Boyolali. Di samping itu, Boyolali bakal menunjukkan kekhasannya baik itu makanan seperti pepaya dan susu serta kesenian topeng ireng dan tarian lainnya.
Seluruh kontingen telah melakukan persiapan jauh-jauh hari. Antara lain dengan latihan rutin sepekan sekali. Terlebih menjelang dua bulan terakhir sebelum pelaksanaan.  Bahkan, para peserta juga menjalani Training Center (TC) di SMPN 2 Mojosongo selama dua hari. Hal ini dilakukan untuk mematangkan kesiapan baik dalam berbagai lomba maupun acara pentas dalam jambore daerah tingkat provinsi ini.
“Alhamdulillah, persiapan sudah selesai dan kami siap berlomba. Semoga di sana kami mampu memberikan yang terbaik bagi Boyolali,” imbuhnya.
Bupati Boyolali, Seno Samodro dalam sambutannya mengapresiasi keikutsertaan sejumlah peserta dalam jambore ini. Mereka dipilih dalam seleksi untuk mewakili Boyolali berlomba di tingkat provinsi.
“Kegiatan ini positif untuk membentuk karakter yang disiplin. Kami harapkan, para peserta akan menjadi seorang pimpinan dan berguna bagi bangsa dan negara,” jelasnya.


Sumber: solopos.com


Selanjutnya...

Selasa, 12 Juni 2012

Boyolali Ingin Jadi Percontohan Penghijauan

Bupati melakukan penanaman pohon
pertama Boyolali Ijo Royo-Royo.
Kabupaten Boyolali merupakan salah satu kota kecil di wilayah Provinsi Jawa Tengah, yang memiliki daerah strategis karena daerahnya terdapat dua gunung yakni Merapi atau yang masih aktif hingga sekarang dan Merbabu.

Kabupaten Boyolali yang terletak berbatasan dengan Magelang (selatan), Kabupaten Semarang (barat), Grobogan dan Sragen (utara), Karanganyar dan Klaten (timur) merupakan kota kecil yang dikenal karena daerah pegunungan dan salah satunya terdapat gunung teraktif di dunia yakni Merapi hingga sekarang.

Gunung Merapi yang secara periodik sekitar empat hingga lima tahun sekali sering mengeluarkan lahar panas tersebut akan mengganggu kehidupan manusia di daerah sekitar. 

Bahkan, bencana alam tersebut sering membinasakan sejumlah jenis binatang dan tumbuhan yang berada di sekitar lereng gunung itu.

Akibat bencana tersebut akan berdampak dengan kejadian lainnya seperti tanah longsor dan banjir bandang, dan kekeringan yang sering terjadi karena gundulnya lahan di kawasan dataran tinggi Merapi dan Merbabu.

Bahkan, di wilayah Boyolali bagian utara yang mayoritas memiliki dataran lebih rendah sering terjadi kekeringan ketika musim kemarau tiba. Hal itu, semua karena banyaknya lahan yang gundul karena kegiatan penembangan pohon yang berlebihan atau akibat bencana alam.

Oleh karena itu, Bupati Boyolali Seno Samodro bersama jajarannya dan semua elemen masyarakat di daerahnya yang dikenal "Kota Susu" itu, pada 2012 ini untuk bersatu menanggulangi wilayahnya dengan program penanam satu juta pohon bertema "Boyolali Ijo Royo-Roro".

Bahkan, Pemkab Boyolali dengan program tersebut menggaungkan penanam satu juta pohon secara serentak di 19 kecamatan dimulai bersamaan Hari Ulang Tahun Ke-165 Kota Boyolali yang jatuh pada tanggal 5 Juni.

Bupati Seno Samodro menyatakan, kegiatan program Boyolali Ijo Royo-Royo dengan penghijauan satu juta pohon tahun ini, tidak main-main, karena semuanya untuk kepentingan manusia di masa depan.

Bupati meminta kepada semua lapisan masyarakat menanam pohon dan memelihara dengan baik. 

Pendekar Lingkungan 


Pemkab Boyolali yang bersemangat ingin melestarikan alam sekitarnya, mereka dalam sosialisasi ke masyarakatnya juga telah mendatangkan musisi dan artis legenda yang disebut "Pendekar Lingkungan" untuk melakukan konser musik di Stadion Pandanarang Boyolali, pada Sabtu (9/6) malam.

Para musisi dan artis legenda cinta lingkungan, antara lain Iwan Fals, Sawung Jabo, Toto Tewel, Ahmad Albar, gitaris andal Ian Antono, Band Elpamas dan Oppie Andaresta

Menurut Bupati, para legenda musisi tersebut sebelum manggung, pada Sabtu (9/6) pagi, mereka serentak menanam ribuan pohon bersama-sama masyarakat di Pendopo Boyolali sebagai "Kantor Bersama".

"Kami beruntung memiliki warga mempunyai kesadaran untuk menjaga rumah, halaman, dan kotanya bersih lingkungan, serta administrasi," kata Bupati yang mandapat penghargaan sebagai kabupaten terbersih administrasi atau bebas korupsi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Seno Samodro mengajak warganya untuk selalu peduli menanam, memelihara, dan mencintai hingga kapan pun.

"Satu pohon yang ditanam dan dipelihara serta dicinta akan menghidup oksigen dua anak manusia. Ini perlu disosialisakan terus menerus kepada siapa pun, mulai anak-anak, kawula muda, hingga yang sudah uzur," katanya.

Warga Boyolali diharapkan dapat terinspirasi oleh para "Pendekar Lingkungan" yang tanpa bosan menyuarakan dunia keseimbangan antara lingkungan sosial dan kehidupan di sekitarnya.

Pemerintah Kabupaten Boyolali, menargetkan dapat menanam sebanyak satu juta pohon yang tersebar di 19 kecamatan hingga akhir tahun 2012.

"Kami bulan Juni ini, menanam 26.900 bibit pohon dan ditargetkan 2012 harus menanam satu juta pohon di 19 kecamatan," kata Seno Samodro.

Pihaknya mengajak semua lapisan masyarakat di Boyolali untuk bersama-sama menanam dan memelihara pohon. Sehingga, Boyolali, 20 tahun ke depan bisa "ijo royo-royo" atau wilayahnya hijau semuanya.

"Semua masyarakat untuk bersatu menyadari pentingnya tanaman bagi kehidupan manusia. Kita jangan meninggalkan air mata kepada anak cucu, tetapi tinggalkanlah mata air yang melimpah," katanya.

Selain itu, kata Seno Samodro, dataran rendahnya memiliki hamparan alam yang lengkap dari tanah sawah, maupun tegalan dengan kesuburan tanah vulkaniknya, masuk dalam genggaman "cincin api". 

Tidak salah, jika bermacam tanaman budidaya maupun tanaman hutan liar, tumbuh subur seperti lingkaran yang terus bergerak berjalan dari zaman ke zaman.

Tidak Pernah Bosan


Menurut Seno Samodro, pihaknya tidak akan pernah bosan mengajak warganya, memberi wejangan, bahwa alam itu, ada batas dalam lingkaran kesuburan dan kebaikan pada makluk hidup.

Oleh karena itu, kata dia, jalan satu-satunya hanya wajib dan menjaga keseimbangan alam, agar selalu subur melingkari bumi Boyolali dan menjaga persahabatan secara langgeng.

Menurut Seno Samodro, dengan tema "Boyolali Ijo Royo Royo" sepertinya mampu dilempar ke kantung-kantung dusun di 19 Kecamatan di Boyolali, sebagai gerakan dan aksi lingkungan hidup yang berkelanjutan dengan irama penyadaran bagaimana bersahabat dengan alam.

"Gerakan penanaman pohon serentak di seluruh wilayah Kabupaten Boyolali yang melibatkan semua lapisan serta komponen masyarakat di 267 desa dan kelurahan di 19 kecamatan itu, adalah gagasan yang sederhana, mudah-mudahan warga saya tidak bosan," katanya.

Gerakan moral yang digaungkan oleh Pemkab Boyolali tersebut disambut antusias semua elemen masyarakat maupun semua instasi yang berada di daerah itu. 

"Kami ingin Boyolali menjadi daerah percontohan penghijaun untuk wilayah lain di Indonesia," kata Bupati.

Menurut artis ibukota yang juga mantan Duta Lingkungan Hidup Oppie Andariste, bahwa suhu bumi yang semakin panas saat ini, karena pengaruh dari banyak pohon yang ditebangi dan industri yang berdiri terus meningkat yang menyebabkan polusi atau rumah kaca.

Sehingga, kata dia, iklim sekarang sudah tidak dapat diprediksi lagi yang seharusnya bulan musim hujan tetapi, justru musim panas yang terjadi. Hal ini, dampak pemanasan global. 

Oleh karena itu, masyarakat harus menyadari pentingnya pohon yang memberikan kehidupan bagi manusia dengan aksi moral menanam dan memelihara pohon ini. Pihaknya berharap gerakan moral itu, mampu merubah Boyolali ke depan menjadi Ijo Royo-Royo dan masyarakat semakin sejahtera.

"Saya akan membawa berita ini, saat manggung di daerah lain, agar Boyolali menjadi contoh semua kabupaten dan kota di Tanah Air," katanya.

Menurut artis terkenal Iwan Fals, bahwa dirinya merasa kagum dengan sekecil Kota Boyolali bersih dan telah meraih tujuh kali penghargaan Adipura dari Pemerintah pusat.

Selain itu, dirinya juga kagum dengan potensi yang dimiliki oleh kabupaten tersebut. Di antarnya, seni budaya yakni ada sekitar 70 jenis kesenian di lereng Merapi.

"Saya terkesan dengan suguhan salah satu seni tari oleh warga lereng Merapi di Boyolali, Topeng Ireng," katanya.

Menurut dia, dirinya sangat mendukung program yang digaungkan oleh Bupati Boyolali Seno Samudro yang menanam satu juta pohon untuk mewariskan sumber mata air bukan air mata.

Menurut Seno Kusumoarjo salah satu tokoh masyarakat Boyolali, pihaknya meminta kepada Bupati dan jajarannya agar kegiatan gerakan moral menanam pohon di Boyolali tidak hanya serimonial saja, tetapi harus diwujudkan dengan nyata di lapangan.

Sehingga, Boyolali ke depan betul-betul hijau banyak ditumbuhi pohon-pohon yang bermanfaat dan masyarakatnya juga ikut merasakan dengan meningkatnya kesejahtraan mereka. 

"Kami meminta dalam gerakan moral menanam pohon di Boyolali tidak ada kepentingan politik, sehingga daerah ini betul-betul hijau royo-royo seperi temanya," katanya.

Oleh kerena itu, Seno Kusumoarjo berharap Boyolali ke depan dapat menjadi pionir gerakan moral penghijauan di Tanah Air, yang menyadarkan daerah lain tentang pentingnya pohon bagi kehidupan manusia.

Program Boyolali Ijo Royo-Royo yang digaungkan oleh Pemkab, juga mendapat dukungan penuh oleh kalangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat setempat. 

Menurut Ketua DPRD Boyolali S. Paryanto, bahwa pihaknya sangat mendukung gerakan moral menanam satu juta pohon tersebut baik melalui kebijakan dalam pembahasan anggaran maupun sosialisasi terhadap masyarakat.

"Program tanam satu juta pohon sangat baik untuk kepentingan umat manusia. Jika kita mencintai alam, maka mereka akan lebih bersahabat dengan kita," katanya. 

Konser Musik Ijo Royo-Royo 


Pemkab Boyolali yang melakukan sosialisasi penanaman satu juta pohon dengan menggelar konser musik "Boyolali Ijo Royo-Royo" di Stadion Pandanarang, pada Sabtu (9/6) malam, yang dihadiri sekitar puluhan ribu penonton. 

Konser musik pendekar lingkungan tersebut diawalli dengan penampilan Band Kaisar dan disusul Oppie Andaresta, kemudian dilanjut dengan grup musik Elpamas, yang membawakan sejumlah lagu seperti Alamku dan Dewa Bermuka Dua serta Anak Adam.

Konser Musik Boyolali Ijo Royo-Royo suasana semakin panas ketikan hadir vokalis kawakan Achmad Albar yang tampil membawakan lagu Syair Kehidupan, Panggung Sandiwara dan semut hitam.

Sawung Jabo dengan Band Sirkus Barock, juga tampil yang membawakan lagu-lagi tentang kritikan moral antara lain goro-goro, bumiku, jali-jali anak negeri dan kuda lumping yang ditemani oleh Iwan Fals.

Menurut Iwan Fals dengan Boyolali Ijo Royo Royo, semoga bercita-cita untuk mewariskan banyak mata air dapat terwujud, dan masyarakatnya semakin makmur. Hal ini seperti lagu yang dibawakan yang judul di mata air tidak air mata.

Iwan Fals kemudian juga membawakan lagu antara lain berjudul pohon untuk kehidupan, tanam pohon, tikus kantor, wakil rakyat, dan bertobat yang mendapat sambutan meriah para penonton yang memadati Stadion Pandanarang Boyolali.







Sumber: antaranews.com



Selanjutnya...