• Selama tiga kali pasaran terakhir, harga penjualan sapi di Pasar Hewan Sunggingan, Boyolali mengalami penurunan Rp 500.000 – Rp1 juta tiap ekor.
  • Revitalisasi Umbul Tirtomulyo di Dusun Umbul, Kemasan, Sawit, Boyolali, tahap pertama sudah berjalan 60%.
  • Sebanyak 10 orang siswa dari OSIS SMK Ganesha Tama dan SMK Muhammadiyah 4 mengadakan kerja bakti membersihkan coretan di dinding bagian depan Taman Sono Kridanggo dan BPD Boyolali.
  • Menghadapi musim penghujan yang intensitasnya mulai tinggi, BPBD Boyolali melakukan pemetaan daerah rawan bencana alam.
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Desember 2012

30 SD di Boyolali Bakal Diregrouping

Salah 1 Sekolah dasar di Kabupaten Boyolali. (Foto: Google)
Sejumlah Sekolah Dasar di Boyolali bakal digabungkan atau diregrouping. Langkah ini dilakukan terhadap sekolahan yang minim siswanya. Namun pihal Disdikpora juga akan mempertimbangkan jarak antara sekolah yang akan digabung dengan sekolahan lain.
Seperti diungkapkan Kabid SD Disdikpora Boyolali, Darmanto, pertimbangan jarak antar sekolah tersebut agar tidak merepotkan orang tua siswa dalam menyekolahkan anaknya. Selain itu agar tidak membebani siswa dengan jarak sekolah dan tempat tinggal. Untuk tahun 2013 nanti, setidaknya ada 30 SD yang akan digabung.
“Ada sekitar 30 SD yang bakal kita gabung, tapi saat ini masih kita lakukan pengecekan dilapangan,” ungkap Darmanto beberapa waktu lalu.
Beberapa sekolahan yang berpotensi untuk digabung tersebar disejumlah kecamatan, seperti Sawit, Sambi, Nogosari dan Simo. Sekolahan yang sudah diregrouping hasilnya cukup bagus dan efisien,selain itu juga ada penghematan kepala sekolah. Untuk tahun 2011 saja terdapat 4 sekolah yang diregrouping.

Sumber: timlo.net


Selanjutnya...

Jumat, 21 Desember 2012

108 Pelajar Ikuti Audisi Misi Budaya ke Eropa

Salah 1 peserta audisi Duta Seni & Misi Budaya.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Boyolali selama tiga hari mengadakan audisi Duta Seni dan Misi Kebudayaan ke Eropa di Wisma Pemda, dari tanggal 20-22 Desember untuk tahap pertama yaitu wawancara. Pada tahap pertama ini, audisi diikuti 108 pelajar SMK SMA dari 24 sekolahan di Boyolali. Dari 108 peserta ini nantinya akan diambil 60 peserta dan terakhir 17 peserta.
Untuk proses audisi tahap pertama, Disbudpar mengandeng Ketholeng Institue Boyolali. Koordinator Tim Audisi, Ribut Budi Santoso, tahapan pertama berupa wawancara ini, peserta akan bertemu dengan enam juri. Mereka akan diwawancarai seputar bakat mereka, hobi hingga pengetahuan tentang Boyolali.
“Nah dari tahap pertama ini, kita akan ambil 60 peserta untuk mengikuti tahap kedua berupa pembekalan, tahap pertama ini yang penting adalah melihat kemampuan peserta dalam hal komunikasi,” ungkap Ribut ditemui saat penilaian peserta, Kamis ( 20/12).
Peserta audisi terdiri dari siswa/siswi
kelas X. (Foto: @Ika_arda_Na)
Dari pantauan di lokasi audisi, terlihat beberapa peserta tampak masih canggung saat berhadapan dengan dewan juri. Para peserta ini merupakan hasil penunjukan dari sekolahan, mereka semua kelas 1 SMA/SMK. Beberapa diantaranya mempunyai keahlian yang berbeda-beda seperti menari,menyanyi dan mengambar. Peserta yang berhasil lolos diaudisi terakhir akan menjalani karantina sebelum diberangkatkan ke Eropa sebagai duta seni dan misi kebudayaan Boyolali.
Sementara menurut Naniek Irawati, Kasi Kesenian Bahasa dan Film Disbudpar Boyolali. tim misi budaya ke Eropa ini dijadwalkan berangkat pada pertengahan Juni mendatang. Rombongan tim terdiri dari 17 pelajar, tiga orang pendukung seni, serta lima oficial.
“Tujuannya nanti tiga negara, Perancis, Italia, Belanda atau Belgia,” papar Naniek.

Sumber: timlo.net


Selanjutnya...

Kamis, 06 Desember 2012

Misi Kebudayaan ke Eropa Terancam Ditolak

Topeng Ireng asal Selo saat tampil di Keraton Surakarta.
Kalangan DPRD Boyolali yang masuk dalam Badan Anggaran kurang sreg dengan rencana pengiriman delegasi kesenian ke Eropa. Pasalnya, selain menghamburkan anggaran, kegiatan ini dinilai belum memberikan banyak manfaat bagi Boyolali, terutama masukan untuk PAD. Rencana pengiriman delegasi kesenian inipun terancam ditolak.
Fraksi Nurani Rakyat Partai Golkar saat ini mengaku keberatan dengan usulan tersebut. Partai berlambang pohon beringan ini mempertanyakan hasil nyata yang akan diperoleh Boyolali dari pengiriman tim misi kebudayaan ke Eropa dengan anggaran Rp 1,044.000.000,-. Pihaknya juga mempertanyakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai leading sektor terkait program itu.
“Kita melihat belum ada manfaatnya untuk Boyolali, kenapa dinas tidak membuat inovasi-inovasi baru dalam mengembangkan pariwisata di Boyolali, kan masih banyak pariwisata di Boyolali yang belum dikelola dengan baik,” ungkap Fuadi, Wakil Ketua Banggar yang juga anggota Fraksi Nurani Rakyat Partai Golkar, Kamis (6/12).
Dicontohkan, kondisi obyek wisata di Pengging banyak yang rusak. Dimana kamar mandi yang ada banyak daun pintunya yang hilang. Meski obyek wisata itu telah dipihak ketigakan, namun Dinas juga harus tetap bertanggung jawab.
Hal senada juga diungkapkan Wakil Pimpinan DPRD, Turisti Hindriya, pihaknya sangat menyayangkan Disbudpar yang tidak mempunyai tujuan yang jelas terkait misi kebudayaan ke Eropa tersebut. Pihaknya justru mengusulkan, anggaran sebesar itu digunakan untuk menaikkan ikon Boyolali sebagai Kota Susu yang saat ini mulai pudar gaungnya.
“Kan bisa peternak sapi perah di Boyolali dibawa ke Swiss, untuk belajar beternak disana, bagaimana meningkatkan produksi susu sapi,itu akan lebih bermanfaat bagi Boyolali, selain mendapatkan ilmu tentang sapi kita juga bisa memperkenalkan Boyolali di luar negeri,” imbuh Turisti.
Selain itu, kesenian yang akan ditampilkan di Eropa, diantaranya tari Anoman, Rama Shinta,tidak mewakili kesenian lokal di Boyolali. Hal itu justru dianggap menghambu-hamburkan anggaran.
Sebelumnya, Bupati Boyolali, Seno Samudro, sebagai upaya menjalankan misi visinya dalam bidang pariwisata, mempunyai rencana mengirimkan delegasi kesenian ke Eropa. Delegasi ini akan memperkenalkan kesenian dan budaya di Boyolali melalui seni, tari dan suara.

Sumber: timlo.net


Selanjutnya...

Selasa, 04 Desember 2012

Cegah Bentrok, Siswa SMK Ganesha Tama dan SMK Muhammadiyah 4 Boyolali Kerja Bakti Bersama

Siswa SMK Ganesha Tama dan SMK Muhammadiyah 4
membersihkan gapura Taman Sono Kridanggo.
Sebanyak 10 orang siswa dari Organisasi Intra Sekolah (OSIS) SMK Ganesha Tama dan SMK Muhammadiyah 4 Boyolali mengadakan kerja bakti membersihkan coretan di dinding bagian depan Stadion Sono Kridanggo Boyolali dan Badan Kepegawaian Daerah (BPD) Boyolali, Selasa (4/12).
Wakil Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 4, Dwi Astanto, ketika ditemui Solopos.com, Selasa (4/12/2012), menjelaskan kerja sama dua sekolah ini bertujuan untuk mencegah gesekan antarsiswa. “Kegiatan ini diinisiasi dari Dinas Pendidikan Boyolali. Kami menindaklanjuti melalui aksi kerja bakti ini. Harapannya sudah tidak ada lagi gesekan antarsiswa. Mungkin kejadian tempo hari hanya ulah oknum pihak ketiga yang memrovokasi siswa, karena tidak senang melihat sekolah maju,” terangnya.
Peserta kerja bakti, Yuli Astriani, 16, mengaku tertarik ikut kerja bakti karena sudah jengah dengan bentrok antarsiswa yang melibatkan senior-seniornya. “Kalau saya tidak pernah ikut tawuran. Tidak tahu masalahnya apa. Mungkin senior. Tapi kami juga merasakan imbasnya. Saya ikut berpartisipasi dalam kerja bakti ini agar SMK Ganesha Tama dan SMK Muhammadiyah 4 Boyolali bisa bersatu,” tegas siswi Kelas XI SMK Ganesha Tama Boyolali ini.
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMK Ganesha Tama, Sukandar, memaparkan kerja bakti ini merupakan bukti untuk menepis kesan hubungan SMK Ganesha Tama dan SMK Muhammadiyah 4 Boyolali yang acap kali diberitakan tidak akur. “Melalui kegiatan ini saya yakin, anak-anak bisa memberi contoh bagi teman-temannya yang lain untuk menjaga hubungan baik antarsekolah. Selama ini kesan yang muncul di masyarakat SMK Muhammadiyah 4 dan SMK Ganesha Tama tidak pernah akur. Ini buktinya mereka bisa kerja sama. Ke depan kami juga berencana melakukan kunjungan industri bersama,” tandasnya.

Sumber: solopos.com


Selanjutnya...

Minggu, 05 Agustus 2012

Tumpi Readhouse Boyolali Gelar Bioskop Remaja

Beberapa anak asyik membaca buku di Tumpi Readhouse
yang terletak di Ds Pentur, Simo. (Sumber)
Dalam rangka memperingati Hari Remaja Internasional yang yang jatuh pada tanggal 12 Agustus mendatang, Tumpi Readhouse bekerjasama dengan Yayasan Kampung Halaman menyelenggarakan kegiatan Bioskop Remaja 1208, pada pekan depan, Minggu (12/8). Kegiatan ini akan dimulai pukul 13.00 hingga pukul 17.30 di Dukuh Karang, Desa Pentur, Simo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Tumpi Readhouse merupakan perpustakaan buku dan film serta ruang kreatif untuk remaja, yang berdiri beberapa waktu lalu di Dukuh Karang.

Dalam keterangan pers, koordinator acara di Tumpi Readhouse Joko Narimo, Minggu (5/8) menyebutkan, kegiatan tersebut mengusung tema besar "Made In Indonesia". Acara Bioskop Remaja juga didukung Prismaka, Mattonsolo.com, Komunitas Boyolali, Solo Mengajar, Halocalizer.com, dan JCI-Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, ada empat isu yang menjadi perhatian khusus dari tema tersebut, yakni tentang pencarian identitas diri (Siapa Aku?), tentang tindakan meniru-menjiplak-membajak dikalangan remaja, tentang kurangnya apresiasi dan kebanggaan terhadap karya dan budaya bangsa, serta sikap remaja Indonesia di tengah globalisasi.

"Program Jalan Remaja yang digagas oleh Yayasan Kampung Halaman tersebut penting kiranya untuk didukung dan terus melibatkan segenap para remaja dan anak muda untuk proses regenerasi menuju perubahan yang lebih baik," paparnya.

Menurut Joko, kegiatan menggambar komik, pemutaran video dan diskusi dengan para remaja di Tumpi Readhouse diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat mandiri, percaya diri untuk mengembangkan potensi, berkreasi secara orisinil serta mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap karya dan budayanya sendiri.

Bioskop remaja yang terselenggara di 64 titik pemutaran yang tersebar di 22 provinsi, menjadi salah satu sarana untuk membangun jaringan antarkomunitas remaja di seluruh Indonesia.

"Tumpi Readhouse sebagai salah satu tempat pemutaran dan diskusi tidak ingin ketinggalan untuk turut serta dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan para remaja, orang tua, guru, dan elemen masyarakat lainnya," papar Joko.

Maka, melalui pemutaran kompilasi video diary yang berisi rekaman keseharian remaja di berbagai pelosok Tanah Air ini diharapkan mampu memberi inspirasi yang positif bagi semua orang.




Selanjutnya...

Rabu, 20 Juni 2012

PRAMUKA: Boyolali Berangkatkan 40 Peserta Jambore


Pemkab Boyolali memberangkatkan sebanyak 40 peserta jambore yang bakal mengikuti jambore daerah tingkat Provinsi Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Delingan, Kabupaten Karanganyar pada 21-26 Juni 2012.
Delegasi Boyolali yang berasal dari gerakan Pramuka Kwarcab Boyolali ini dilepas oleh Bupati Boyolali, Seno Samodro di Pendapa Pemkab pada Rabu (20/6/2012). Mereka akan mengikuti jambore selama lima hari di bumi Intan Pari.
Ketua Kwarcab Pramuka Boyolali, Mulyono Santoso mengatakan, para peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari SMP se-Kabupaten Boyolali. Jumlahnya yakni 20 peserta putra dan 20 peserta putri.
“Mereka adalah para siswa SMP yang berhasil mengikuti seleksi se-Boyolali. Mereka siswa SMP kelas VIII,” tuturnya saat ditemui wartawan di sela pelepasan kontingen, Rabu (20/6).
Mulyono menjelaskan, kontingen Boyolali akan menampilkan sejumlah seni dan budaya asli Boyolali. Di samping itu, Boyolali bakal menunjukkan kekhasannya baik itu makanan seperti pepaya dan susu serta kesenian topeng ireng dan tarian lainnya.
Seluruh kontingen telah melakukan persiapan jauh-jauh hari. Antara lain dengan latihan rutin sepekan sekali. Terlebih menjelang dua bulan terakhir sebelum pelaksanaan.  Bahkan, para peserta juga menjalani Training Center (TC) di SMPN 2 Mojosongo selama dua hari. Hal ini dilakukan untuk mematangkan kesiapan baik dalam berbagai lomba maupun acara pentas dalam jambore daerah tingkat provinsi ini.
“Alhamdulillah, persiapan sudah selesai dan kami siap berlomba. Semoga di sana kami mampu memberikan yang terbaik bagi Boyolali,” imbuhnya.
Bupati Boyolali, Seno Samodro dalam sambutannya mengapresiasi keikutsertaan sejumlah peserta dalam jambore ini. Mereka dipilih dalam seleksi untuk mewakili Boyolali berlomba di tingkat provinsi.
“Kegiatan ini positif untuk membentuk karakter yang disiplin. Kami harapkan, para peserta akan menjadi seorang pimpinan dan berguna bagi bangsa dan negara,” jelasnya.


Sumber: solopos.com


Selanjutnya...

Jumat, 25 Mei 2012

13 Siswa di Boyolali Tidak Lulus UN

Sebanyak 13 siswa yang terdiri dari SMA, MA dan SMK di Kabupaten Boyolali tidak lulus dalam Ujian Nasional (UN) tahun 2012 ini. Mereka yang tidak lulus UN kebanyakan dari SMA swasta. Total siswa yang mengikuti UN kemarin 9225 peserta dengan prosentase kelulusan 99.98%.

Dua diantara siswa yang tidak lulus UN, satu dari SMA Negeri di Sambi dan satu siswa dari SMK Muhammadiyah Boyolali. Pengumuman kelulusan siswa akan diberikan langsung ke orangtua siswa besok, Sabtu (26/5). ”Hari ini semua pengumuman kelulusan kita distribusikan ke masing-masing sekolahan, besok baru kita umumkan,” ungkap Ketua Panitia UN Kabupaten Boyolali, Abdul Rahman, Jumat (25/5).

Sementara terkait dengan teknis pengumuman kelulusan, dinas pendidikan pemuda dan olahraga sudah melakukan imbauan ke pihak sekolah untuk menyampaikan pengumuman kelulusan ke orangtua masing-masing. Sedangkan untuk waktunya, pengumuman baru akan diberikan mulai pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB. ”Kita memilih sore, biar anak-anak tidak melakukan konvoi dan hura-hura merayakan euphoria dijalanan,” tandasnya.

Pihaknya juga meminta sekolahan untuk melarang siswanya melakukan corat-coret baju seragam dan melakukan konvoi dijalanan. Untuk konvoi, dinas sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian.”Jangan sampai ada yang corat coret, sekolah sedianya memberikan kegiatan positive dalam merayakan kelulusan,”ujar Abdul Rohman.



Sumber: timlo.net
Selanjutnya...