• Selama tiga kali pasaran terakhir, harga penjualan sapi di Pasar Hewan Sunggingan, Boyolali mengalami penurunan Rp 500.000 – Rp1 juta tiap ekor.
  • Revitalisasi Umbul Tirtomulyo di Dusun Umbul, Kemasan, Sawit, Boyolali, tahap pertama sudah berjalan 60%.
  • Sebanyak 10 orang siswa dari OSIS SMK Ganesha Tama dan SMK Muhammadiyah 4 mengadakan kerja bakti membersihkan coretan di dinding bagian depan Taman Sono Kridanggo dan BPD Boyolali.
  • Menghadapi musim penghujan yang intensitasnya mulai tinggi, BPBD Boyolali melakukan pemetaan daerah rawan bencana alam.
Tampilkan postingan dengan label event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label event. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Desember 2012

Ngalap Berkah, Ritual Buka Luwur di Pantaran

Pengunjung bebas menikmati makanan yang disajikan di ritual Buka Luwur
di Pantaran, Ampel.
Tradisi Buka Luwur di Makam Syech Maulana Malik Magribi Pantaran Ampel Boyolali, Jumat (7/12), seperti tahun-tahun sebelumnya selalu ramai dikunjungi masyarakat. Baik yang datang dari wilayah Boyolali maupun luar kota seperti Salatiga, Semarang, Klaten dan Wonogiri. Masyarakat yang datang dalam tradisi turun temurun tersebut ngalap berkah di makam salah satu penyiar agama islam di Lereng Merbabu.
Tradisi Buka Luwur atau kelambu penutup Makam Syech Maulana Malik Magribi digelar tiap Jumat Kliwon bulan syuro, sebelumnya dilakukan kirab tumpeng dan hasil bumi dari rumah tokoh masyarakat setempat menuju ke makam. Setelah di makam di lakukan doa bersama, dzikir, baru kain lurup di makam Syech Maulana diganti.
Sementara selama prosesi berlangsung, masyarakat sekitar yang datang ke lokasi membawa makanan yang ditaruh dalam tenong atau wadah bambu. Beragam makanan tersebut nantinya dibagikan kepada pengunjung. Setiap pengunjung yang ada dilokasi makam bebas menikmati makanan yang disediakan warga. Mereka bahkan ada yang membawa pulang.
“Iya tadi minta sama warga, ini saya bawa pulang, nanti saya taruh di sawah saya, biar panen berhasil,” ungkap Sutarno, warga Salatiga, yang sengaja datang ke ritual buka luwur untuk ngalap berkah agar panenanya berhasil.
Masyarakat luar yang datang ke lokasi, mempercayai makanan dan kain lurup yang dibagikan akan mendatangkan berkah tersendiri. Bahkan untuk mendapatkan itu semua, beberapa diantaranya sudah menginap di komplek makam yang berada di Lereng Gunung Merbabu.
Disisi lain, Assisten 2 Pemkab Boyolali, Juwaris, mengaku selain tradisi turun temurun, buka luwur ini sekaligus digunakan untuk mempersatu persaudaraan diantara warga.

Sumber: timlo.net


Selanjutnya...

Selasa, 05 Juni 2012

8 BUMN Gelar Bakti Sosial Bareng di Boyolali

Sejumlah warga mengikuti pengobatan gratis.
Delapan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam Kementrian BUMN bidang jasa, Selasa  (5/6), menggelar bakti sosial bareng berupa pengobatan dan pemberian makanan bergisi bagi balita di Lapangan Poncobudoyo, Boyolali Kota.


Kegiatan serupa juga digelar di tiga tempat lain, Sleman, Bantul dan Magelang. Keempat daerah tersebut merupakan kawasan yang terkena dampak letusan Merapi 2010 lalu. ”Kita memang tidak hanya memfokuskan untuk masalah kesehatan saja, tapi juga bantuan jembatan dan jalan di kawasan rawan erupsi Merapi,” ungkap Direktur Keuangan PT Askes, Purnawarman.
Diakui, bantuan bakti sosial ini difokuskan untuk korban Merapi. Bantuan diberikan melalui program kemitraan dan bina lingkungan terdiri dari berbagai macam kegiatan di antaranya pemberian bantuan alat kesehatan bagi Posyandu dan Puskesmas, sembako dan gizi. Disamping bantuan infratsruktur berupa jalan dan jembatan. Total anggaran yang dikucurkan untuk kegiatan tersebut adalah Rp 2, 674 milliar.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Syamsudin MKes, mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut bebas diikuti siapapun. Pihaknya telah menyiapkan tenaga medis dari berbagai spesialisasi. 

Sumber: timlo.net
Selanjutnya...

Puncak Peringatan Hari Jadi Kab. Boyolali ke-165 Ditandai Upacara Adat Jawa

Upacara Peringatan HUT Boyolali. (Foto: @hallodikta)
Puncak peringatan Hari Jadi Ke -165 Kabupaten Boyolali Tahun 2012, ditandai dengan Upacara  bertempat di Perempatan  Tugu Jam Kota Boyolali, Selasa, 5/6/2012. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Wakil Bupati Boyolali Agus Purmanto, SH, M. Si mewakili Bupati Boyolali, dan di ikuti oleh segenap Pimpinan Forum Pemerintah Daerah, Pimpinan SKPD, BUMN, BUMD,  PNS serta tokoh masyarakat Boyolali.
           
 Upacara dengan tata cara dan pakaian adat jawa ini untuk yang petama kalinya dilaksanakan di Perempatan Tugu Jam Kota Boyolali, disamping tempatnya strategis, juga  dengan maksud lebih mendekatkan dengan masyarakat. Tampak Masyarakat berduyun – duyun untuk menyaksikan upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Boyolali yang tergolong unik / menarik  para peserta memakai pakaian adat jawa jangkep dalam rangka pelestarian budaya jawa. 

Dalam sambutanya Bupati Boyolali yang dibacakan oleh Wabup. Boyolali  Agus Purmanto, SH, M.Si,  bahwa Hari Jadi Ke -165 Kabupaten Boyolali Tahun 2012 dengan tema Dengan Semangat Hari Jadi Ke- 165 Kabupaten Boyolali, Kita Wujudkan Kabupaten Boyolali yang Lebih Sejahtera, Berdaya Saing dan Pro Investasi Melalui Peningkatan Kinerja Aparatur Dan Pelayanan Publik”. Dengan tema ini sejalan dengan Visi dan Misi  Bupati dan Wakil  Bupati 2010–2015.

Terkait dengan Visi dan Misi terserbut, Wakil Bupati menyampaikan berbagai keberhasilan yang telah diraih selama ini, tidak lain berkat dukungan dan partisipasi segenap elemen masyarakat Boyolali, harapannya agar berbagai keberhasilan ini untuk dipertahankan serta ditingkatkan lagi dimasa-masa mendatang.  

Di samping itu, dalam kesempatan tersebut Wabup Agus Purmanto, secara simbolis menerima bantuan dari Himpunan BUMN yang bergerak dibidang jasa sebesar Rp 2,6 Miliar, yang diserahkan oleh Direktur Keuangan PT. ASKES. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga masyarakat korban erupsi Merapi, kemudian dilanjutkan dengan Launching “Car Free Day”  yang akan dilaksanakan dua minggu sekali. Dimana kegiatan ini telah dilaksanakan  beberapa kali uji coba yang berlangsung dengan lancar dan sukses.





Selanjutnya...

Senin, 21 Mei 2012

Boyolali Ijo Royo Royo Boyong Musisi Senior Indonesia

Musisi yang berpartisipasi dalam konser Boyolali
Ijo Royo-Royo.

Pemerintah Kabupaten Boyolali akan menggelar kegiatan penghijauan melalui program "Ijo Royo-Royo" akan menanam berbagai jenis tamaman sebanyak 500.000 bibit pohon yang tersebar di 19 kecamatan.

Ketua pelaksanaan program Ijo Royo-Royo Ribut Busan, di Boyolali, Senin menjelaskan, program penghijauan tersebut rencana pencanangannya dilaksanakan di Padepokan Kabupaten Boyolali, Sabtu (9/6/2012).

Menurut dia, program penghijauan Ijo Royo-Royo tersebut secara serentak akan dilaksanakan di 19 kecamatan selama tiga bulan yakni Oktober, Nopember, dan Desember 2012.

"Kami kini sedang melakukan sosialisasi di setiap kecamatan untuk mengetahui rencana pelaksanaan program dan jenis bibit tanaman yang cocok ditanam di setiap daerah masing-masing," katanya, Senin (21/5/2012).

Menurut dia, setiap daerah kecamatan di Boyolali akan menerima sekitar 25 ribu hingga 30 ribu bibit pohon yang di tanaman di wilayahnya masing-masing. Ia menjelaskan, kegiatan penghijauan di Boyolali tersebut juga mendukung program pemerintah pusat dalam rangka menanam satu miliar pohon.Pada kegiatan program Ijo Royo-Royo ini, juga akan dimeriahkan konser musik artis-artis terkenal dari ibu kota pecinta lingkungan hidup.

Mereka antara lain, Iwan Fals dan grup bandnya, Sawung Jabo dan Band Sirkus Barock, Toto Tewel dan Band Elpamas, duet rocker Achmad Albar dan gitaris Ian Antono, serta pelantun balada Oppie Andaresta.

Menurut Produser Eksekutif konser musik Ijo Royo-Royo Boyolali Seno Kusumo, kegiatan penghijauan di Boyolali dengan tema Ijo Royo-Royo tersebut akan menghadirkan sejumlah artis legendaris pencinta lingkungan hidup.

"Para artis legendaris itu, akan hadir di Boyolali, mulai tanggal 7 Juni mendatang," kata Seno Kusumo.
Menurut dia, para artis terkenal seperti Iwan Fals, Sawung Jabo dan Oppie Andaresta rencana memberi inspirasi kepada anak-anak SD di Boyolali, pada Jumat (8/6/2012).

Para artis tersebut melakukan dialog dengan para siswa dan memberikan pencerahan, bagaimana cara menanam dan memelihara tumbuh-tumbuhan yang baik dan benar.

Para artis tersebut kemudian pada tanggal 9 Juni 2012 sekitar pukul 09.00 WIB, rencana secara simbolis menanam pohon di Padepokan Kabupaten Boyolali.

Semua musisi seperti Iwan Fals dan grup, Toto Tewel dan grup Elpamas, Sawung Jabo dan Sirkus Barock, Oppie dan Achmad Albar dan Ian Antono, baru mengadakan konser musik di Stadion Pandan Arang, Boyolali, Sabtu (9/6/2012), sekitar pukul 20.00 WIB



Sumber: kompas.com


Selanjutnya...

Senin, 30 April 2012

Ikutilah..!! Pemilihan Mas Dan Mbak Duta Wisata Kab. Boyolali 2012

Duta Wisata Boyolali 2011.
Pemkab Boyolali mulai membuka pendaftaran Mas dan Mbak Duta Wisata Boyolali 2012. Pendaftaran Duta Wisata Boyolali ini dibuka 1 Mei hingga 16 Juni mendatang. “Persyaratan tidak banyak berbeda dengan tahun lalu. Hanya saja ada perubahan pada tinggi badan. Untuk perempuan minimal 165 cm dan lelaki 170 cm,” papar Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Boyolali, Neneng Dewi Setyowati saat ditemui solopos.com di kantornya, Senin (30/4).

Diharapkan, remaja asli Boyolali dengan usia minimal 17 tahun dan maksimal 25 tahun dapat mengikuti ajang ini. “Dia harus ber-KTP asli Boyolali. Ajang ini juga untuk mengetahui sejauh mana kemampuan muda-mudi Boyolali mengenal daerahnya,” urainya.

Neneng pun memaparkan pada 19 Juni akan digelar technical meeting. Agenda selanjutnya serangkaian tes seperti tertulis, wawancara, beauty class, tes potensi diri. Peserta akan dikarantina mulai tanggal 27-29 Juni.  Malam grand final acara ini akan dihelat pada 30 Juni 2012 mendatang. Semua kegiatan karantina dan malam grand final akan diselenggarakan di HOTEL GRAND CANYON RESORT & SPA, Jl. Tentara Pelajar, Desa Ngesrep, Kec. Ngemplak, Boyolali (dekat Bandara Adi Soemarmo).


Dan berikut adalah syarat-syarat pendaftaran Mas dan Mbak Duta Wisata Kab. Boyolali 2012:


Persyaratan Umum:
  1. Warga Boyolali yang belum menikah.
  2. Pendidikan minimal SMU, SMK, MA, Akademi, atau Perguruan Tinggi.
  3. Umur minimal 17 tahun dan maksimal 25 tahun terhitung tanggal 31 Desember 2012.
  4. Tinggi badan minimal 165 cm untuk wanita dan minimal 170 cm untuk pria.
  5. Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kab. Boyolali.
  6. Surat Ijin Orang Tua atau Surat Rekomendasi Dari Sekolah bagi yang berstatus pelajar.
  7. Surat keterangan berbadan sehat  jasmani maupun rohani dari Dokter.
  8. Daftar riwayat hidup.
  9. Pas foto berwarna: Ukuran 4 x 6 ditempel pada formulir pendaftaran; Foto close up dan foto seluruh badan ukuran post card dengan baju batik dan background/latar belakang warna putih masing-masing 1 lembar.
  10. Mengisi formulir pendaftaran.
  11. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah) per peserta dengan fasilitas: 1 (satu) buah t-shirt, beauty class, piagam penghargaan, snack dan makan selama acara.
  12. Hadiah: Juara I,II, dan III Putra Putri akan mendapatkan uang pembinaan dan  piagam penghargaan.



Persyaratan khusus pada babak final: 

-Pakaian kejawen lengkap gaya Surakarta untuk Putra Putri.
-Kain corak slogan Solo (tidak boleh prada)
-Khusus Putri: Kebaya kutu baru, gelung biasa dengan borokan; Non brokat dan tidak transparan.




Materi penilaian: 
  1. Pengetahuan umum.
  2. Pengetahuan tentang kepariwisataan dan pariwisata Boyolali.
  3. Bahasa Jawa dan Bahasa Inggris.
  4. Personality (kepribadian) dan etika.
  5. Appereance (penampilan).
  6. Potensi diri.

Tempat Pendaftaran:

Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Boyolali
Jl. Raya Solo-Boyolali KM. 2, Mojosongo, Boyolali
Telp. (0276) 321 150


Contact Person:

Dilla: 0856 4744 7659
Ressa: 0857 2730 0015
Ferra: 0852 8030 007
Galuh: 0821 3441 8881


Pendaftaran dibuka tanggal 1 Mei dan ditutup tanggal 16 Juni 2012. Buruan daftarkan diri kalian. :)




 Sumber: solopos.com, pariwisataboyolali.info.

Selanjutnya...

Minggu, 22 April 2012

CFD di Boyolali Baru Sebatas Hura-Hura


Ujicoba car free day (CFD) tahap ketiga, Minggu (22/4) dinilai sebagian masyarakat  masih sebatas hura- hura. Kegiatan belum mampu menarik minat kelompok sen” ujar seorang peserta CFD, Abdul (41), Minggu (22/4).i maupun UMKM. “Ya, saya melihat baru sebatas itu,
Diakui, dari rangkaian ujicoba, jumlah peserta juga terus bertambah. Apalagi, jalurnya ditambah, sebelumnya hanya dari perempatan Taman Kridanggo hingga perempatan Seiko atau sebelah timur Pasar Kota Boyolali sepanjang 0,5 km. Kini diperpanjang kearah timur hingga perempatan depan SMPN 2 Boyolali.
Namun demikian, penumpukan keramaian masih terpusat di kawasan tugu jam depan Pasar Kota Boyolali. Akibatnya, kegiatan terlihat semrawut serta terjadi kebisingan suara dari kegiatan beberapa kelompok masyarakat. Semakin ke timur, suasana semakin sepi.
Kondisi ini kemungkinan disebabkan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat. “Perlu dikaji lagi serta menggandeng kelompok seni dan olahraga maupun UMKM,” timpal Tanto(29) peserta lainnya.
Ditemui di lokasi CFD, Wabup Boyolali Agus Purmanto mengakui, pihaknya masih terus melakukan kajian terkait pelaksanaan CFD. Hasil ujicoba akan dibahas medalam guna menentukan langka ke depan saat peresmian yang akan digelar Juni mendatang. “Termasuk panjang ruas jalan akan dikaji,” tuturnya.


Sumber: suaramerdeka.com. Foto: @normantis_.


Selanjutnya...

Sabtu, 31 Maret 2012

Uji Coba Car Free Day Berlangsung Semarak

Uji coba Car Free Day alias CFD, Jum'at (30/3) berlangsung meriah. Ribuan warga Boyolali yang mayoritas PNS dan anak sekolah ikut berpartisipasi memeriahkan event yang baru pertama kailinya digelar di Kota Susu ini. Ujicoba CFD yang digelar selama 2 jam mulai pukul 06.00-08.00 ini berlangsung di Jalan Pandanaran tepatnya mulai dari perempatan Polsek Boyolali hingga perempatan sebelah timur pasar kota Boyolali.

Petugas Satlantas Polres Boyolali yang dipimpin Kasat Lantas AKP Sugino dibantu petugas  Satpol PP dan Dishubkominfo berjaga- jaga di sejumlah sudut jalan. Mereka mengarahkan kendaraan agar tidak memasuki area kegiatan itu.


Begitu acara dibuka oleh Wakil Bupati Agus Purmanto, para warga langsung berhamburan. Para lansia ikut menyemarakkan acara dengan melakukan senam bersama. Ada pula kelompok drumband yang diperagakan siswa SD. Di sudut lain, kelompok sepeda BMX unjuk kebolehan dengan berbagai atraksi, termasuk jumping melewati empat temannya yang berbaring di jalan aspal.

Namun demikian, acara ini tak luput dari kritikan. Menurut seorang pengunjung, Arif (42), kegiatan hanya terfokus di area tugu jam. Akibatnya, menimbulkan kesan semrawut. Hal itu juga disebabkan pendeknya ruas CFD. Dia juga menilai peran serta masyarakat belum begitu terlihat. Ya, acara ini masih didominasi oleh pelajar dan PNS. Sebenarnya antusiasme masyarakat terutama para mahasiswa yang kuliah di luar kota sangat besar. Sayangnya mereka tak bisa ikut karena mereka belum libur dan pulang ke Boyolali. Dan berikut komentar mereka yang tidak bisa ikut, yang masuk ke twitter @Info_Boyolali:




@mynameisisti: kalo bisa sihh minggu aja itu cfd-nya biar semua warga bisa datang dan menikmati :)

@afifluqmana: mbok minggu wae CFD ne, yen jumat isih do sekolah/kerja.


@hallodikta: klopun diadakan CFD lebih baik di hari minggu, klo jumat,dilihat tdi, mengganggu orang yg beraktivitas krna tdk hri libur.


@yogadwikurnia: tp agak ganggu td, kasian SD1 Boy.


Wabup Agus Purmanto menyambut positif peran serta masyarakat maupun kritikan yang disampaikan masyarakat. Dijelaskan, sebagian tahap awal, maka kegiatan sudah terlihat bagus. Pengunjung sangat ramai. Namun demikian, kegiatan akan dievaluasi nantinya karena ujicoba masih akan berlanjut, Minggu (15/4) mendatang.

"Ternyata masyarakat menyambut baik kegiatan ini. Pedagang-pedagang di Pasar Kota Boyolali juga ikut senang karena banyak yang berbelanja. Tapi kebanyakan warga mengusulkan car free day dilaksanakan Minggu saja. Untuk itu akan digelar uji coba lagi pada Minggu, 15 April mendatang. Nanti dilihat respons masyarakat, lebih cocok Jumat atau Minggu,” kata Wakil Bupati Boyolali, Agus Purmanto, yang membuka acara uji coba CFD.


Sumber, Sumber.



Selanjutnya...