• Selama tiga kali pasaran terakhir, harga penjualan sapi di Pasar Hewan Sunggingan, Boyolali mengalami penurunan Rp 500.000 – Rp1 juta tiap ekor.
  • Revitalisasi Umbul Tirtomulyo di Dusun Umbul, Kemasan, Sawit, Boyolali, tahap pertama sudah berjalan 60%.
  • Sebanyak 10 orang siswa dari OSIS SMK Ganesha Tama dan SMK Muhammadiyah 4 mengadakan kerja bakti membersihkan coretan di dinding bagian depan Taman Sono Kridanggo dan BPD Boyolali.
  • Menghadapi musim penghujan yang intensitasnya mulai tinggi, BPBD Boyolali melakukan pemetaan daerah rawan bencana alam.

Sabtu, 14 Juli 2012

Ruwah, Petani Mawar Meraup Berkah

Pemetik bunga mawar.

Bulan Ruwah menjadi berkah bagi para petani Bunga Mawar. Tak lain karena permintaan Bunga Mawar meningkat seiring dengan Ritual Sadranan yang dilakukan warga.
Tingginya permintaan membuat harga bunga yang kerap dipakai ubo rampe ritual tradisi masyarakat Jawa itu melambung tinggi. Semula harga bunga tersebut hanya Rp 1.000 perbungkus. Namun, karena tingginya permintaan harga satu bungkus Bunga Mawar saat ini mencapai Rp 20 ribu.
Di antara jenis Mawar, Mawar Jambon (merah muda –Red) yang paling mahal dan langka. Paling banyak ditemui di pasar-pasar tradisional adalah mawar merah dan putih.
“Mawar Jambon sulit dan mahal, kita tidak berani kulakan,” ungkap Parni, pedagang bunga di Pasar Boyolali Kota, Kamis (12/7).
Meski mahal, lanjut Parni, ada juga pembeli yang khusus mencari Mawar Jambon. Bila itu mendesak dan sangat diperlukan, baru dirinya berani mencarikan.
Sementara itu, bagi kalangan petani di wilayah Boyolali sendiri, permintaan Bunga Mawar selama Sadranan ini juga mengalami peningkatan. Bahkan, Bunga Mawar yang belum dipetik sudah dipesan pengepul untuk dijual ke Solo maupun Yogyakarta.

Sumber: timlo.net


Artikel Terkait