• Selama tiga kali pasaran terakhir, harga penjualan sapi di Pasar Hewan Sunggingan, Boyolali mengalami penurunan Rp 500.000 – Rp1 juta tiap ekor.
  • Revitalisasi Umbul Tirtomulyo di Dusun Umbul, Kemasan, Sawit, Boyolali, tahap pertama sudah berjalan 60%.
  • Sebanyak 10 orang siswa dari OSIS SMK Ganesha Tama dan SMK Muhammadiyah 4 mengadakan kerja bakti membersihkan coretan di dinding bagian depan Taman Sono Kridanggo dan BPD Boyolali.
  • Menghadapi musim penghujan yang intensitasnya mulai tinggi, BPBD Boyolali melakukan pemetaan daerah rawan bencana alam.

Sabtu, 28 April 2012

Bupati Resmikan Jembatan Gantung Di Kecamatan Selo

Bupati Boyolali Drs. Seno Samodro meresmikan penggunaan tiga buah jembatan gantung dan satu buah permanen di Kecamatan Selo Boyolali. Peresmian ini menyusul telah selesainya pembangunan jembatan gantung Sepi, Kajor dan Ladon di Desa Jrakah, Kecamatan Selo, melalui dana Badan Nasional Penaggulangan Bencana ( BNPB ), Saptu,28/4/2012.
 
Peresmian yang dipusatkan di Dk Sepi Desa Jrakah Selon, Bupati Boyolali bersama – sama perwakilan Pejabat PU Pusat dan BNPB mencanangkan penanaman pohon penghijauan di sekitar sungai dan jembatan yang diresmikan, diharapkan disamping untuk tameng erosi akibat banjir juga bermanfaat untuk penghijauan.

Sebagaimana diketahui jembatan ini dibangun kembali dikarenakan jembatan lama mengalami kerusakan / hanyut sebagai dampak eruspsi Merapi pada tahun 2010. Bupati Boyolali menyampaikan “ dengan diresmikannya tiga jembatan ini, maka tranportasi dan mobilitas penduduk yang melaui jembatan tersebut lancar kembali, serta   mendukung kemajuan roda perekonomian masyarakat terutama untuk angkutan hasil bumi dari daerah lereng merapi yang terkenal dengan hasil sayur – mayur”. Bupati Boyolali berpesan” agar jembatan ini dimanfaatkan dengan sebaik- baiknya, jangan melebihi tonase maksimal yang diprasaratkan, sehingga awet dan umur penggunaannya menjadi lama”.


 Menurut Asisten II Sekda Kab. Boyolali Ir. Juwaris, masih ada dua jembatan Gantung di Windu, Desa Klakah serta Takeran, Desa Tlogolele yang sampai saat ini masih dikebut pengerjaanya”. Dijelaskan pula oleh Ir. Juwaris, setelah proyek pembangunan jembatan gantung ini akan disambung dengan adanya rekonstruksi. Pemkab Boyolali mendapatkan dana sebesar Rp32miliar untuk sejumlah kegiatan rehab rekonstruksi. Antara lain, proyek pembangunan jembatan permanen serta pengadaan benih bagi masyarakat yang terkena dampak erupsi Merapi. “Rehab rekonstuksi  juga akan dilaksanakan tahun ini. Banyak sekali kegiatan perbaikan terutama di sejumlah infrastruktur yang terkena erupsi Merapi dua tahun lalu,” tambahnya. Juwaris memaparkan salah satu rehab rekon bakal memperbaiki jembatan permanen di Dukuh Sepi Jrakah. Pasalnya, jalur ini untuk lalu lintas kendaraan sayur-mayur. Sebab, tidak memungkinkan mobil sayur melewati jembatan gantung yang kapasitas tonasenya terbatas.
 
Sementara itu, Kepala Pelaksana Proyek PT Amarta Karya, Yusanto menegaskan untuk kendaraan yang melebihi tonase diminta tidak melewati jembatan gantung. Menurutnya, aturan batas maksimal 3 ton harus dipatuhi jika ingin umur jembatan gantung ini lama. “Di samping itu, harus ada pengecekan rutin untuk mengetahui kondisi jembatan. Jika ada yang rusak bisa segera diperbaiki untuk keberlangsungan ke depannya nanti,” pungkasnya.





Artikel Terkait